Ka Mupenfa Hadiah Natal?

Uskup in Judul Kotbah Natal Mfai!
Uskup in Judul Kotbah Natal Mfai!

Fun Bo Esam Nua (fun Desember) hit atoin Serani bin me-me nak le ia fun Natal.
Ia lo tebes. Funan le ia hit Serani bin me-me namlile hen seun Uis Neno Yesus – nmoen ai nahoinse natuin Aiana Maria ma amaf Yosef bin Betlehem. Onan, funan ia hit khususkan het rayakan le in neno honis le ia.

Ton ia au rayakan Natal bin kuane, bin Noemuti. Ton ia Natal lon rame. Au umlile fun hal namfaun. Mes au umlile msat fun au fe Natal ok au tata au unu, ma au ole tataf sin okoke.

Natal ia au umlile msat (bukan ala au, me umat msat of namlile) fun bapa Uskup Emeritus Mrs. Anton Pain Ratu, SVD esan pimpin misa bin bale le au uta tuin misa – bin stati Nai’ola. In pimpin misa noko misa Malam Natal tia hari Natal, tanggal 24-25 Desember 2014.

Mes onan, bin misa ia, unik. Funan sa? fun bapa Uskup kotbah nek Uab Meto. Sepanjang kotbah, in neke ha Uab Meto. In bukan atoin meto, in atoin Flores ma namnaesen msat. Me in loim nok masan bangga hen namolok (kotbah) nek meto. In judul kotbah malam Natal “Ka Mupenfa Hadiah Natal?”

Atoin in, aim het tamolok meto piuta. Kais atoni noko bale bian namlile namolok meto, me hit kaha, ma tamaebok msat het tanaob hit Uab Meto. 😀

Tabe Natal neu kit ok-oke 😀

======================> translation to Indonesia

Bulan 12 (Desember) orang Kristiani di mana-mana menyebutnya sebagai bulan Natal.
Ini benar adanya. Dalam bulan ini, kita umat Kristiani di mana-mana bersukaria menyambut Tuhan Yesus – hidup atau dilahirkan oleh Bunda Maria dan Santo Yosef di Betlehem. Karena itu, bulan ini kita khususkan untuk merayakan hari kelahiranNya ini.

Tahun ini, saya merayakan Natal di kampung, Noemuti. Tahun ini, Natal lumayan rame. Sayapun bersukaria karena banyak hal. Tetepi terlebih bergembira karena masih bisa merayakan Natal bersama bapa-mama, adik-adik dan saudara-saudari semuanya.

Natal ini saya merasa gembira juga (bukan hanya saya, tetapi umat sekalian juga pasti bersukaria) karena bapa Uskup Emeritus Mgr. Antonius Pain Ratu, SVD yang memimpin misa di tempat di mana saya ikut misa – di stasi Nai’ola. Beliau memimpin misa dari misa Malam Natal sampai hari Natal, 24-25 Desember 2014.

Tetapi dalam misa ini, ada hal unik. Karena apa? karena bapa Uskup memimpin misa menggunakan bahasa Dawan. Sepanjang kotbah, beliau hanya menggunakan bahasa Dawan. Beliau bukan orang Dawan, beliau orang Flores dan beliau sudah sangat tua. Tetapi dia mau dan merasa bangga (kotbah) menggunakan bahasa Dawan. Judul kotbah malam Natal “Tidak Ada Hadiah Natal?”

Hai orang Dawan, mari berbicara bahasa Dawan! Jangan sampai orang dari daerah lain senang menggunakan bahasa Dawan, tetapi kita sendiri tidak dan merasa malu juga untuk menggunakan bahasa Dawan ini. 🙂

Selamat Natal untuk kita semua!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s