Tag Archives: atoin meto

Uab Meto Mesti Nmoen Nabal-bal

Hit Atoin Meto mesti namoneb Uab Meto tia nabal-bal. Kalu kah hit sekaun nten, kalu kah neno ia, lek an nten. Fun sa? Fun he Uab Meto kaisan maet nbin in pah meto nmes on le molok meto bian nbin bale bian.

Nbin tuis amnemat, of au he mulai u noena uab meto baun-baun.Noko ha tso et nek Uab Meto.

–>

Bahasa Dawan Harus Terus Hidup Selama-lamanya

Kita sebagai Orang Dawan harus menghidupkan Bahasa Dawan sampai selama-lamanya. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang, kapan lagi. Karena apa? Karena supaya Bahasa Dawan tidak mati di tanah Dawan sendiri seperti bahasa daerah lain di daerah lain.

Pada tulisan berikut, saya akan mulai mengajarkan bahasa Dawan perlahan-lahan. Mulai dari berhitung dalam bahasa Dawan.

Advertisements

Tamolok Meto Nfen Ma Ntom Bin Nekan

Ton fe’uΒ  2017 mulai ben. Aim het onen tabua he ton ia nek lal alekot, hanaf mlile ma tasopo tek nekak alekot.

Unu-tata nok tataf-olef sin ok-oke, hit ta tenab alekot ten kah neu le ton fe’u ia? Kalo fe kan mui, ka sa-sa es. Onen piuta ha he ton nfin nek alekot.

Tamolok Meto ia in tenbe mes a ha. Au onen semoga Tamolok Meto semakin nfen ma ntom neu hit amolok meto ok-oke in nekan. πŸ™‚

–>

Tamolok Meto Maju dan Kena Di Hati

Tahun 2017 sudah tiba. Mari kita berdoa bersama supaya tahun ini membawa jalan yang baik, kabar gembira dan bisa melewati tahun ini dengan hati yang baik.

Bapa-ibu dan saudara-i semua, apakah kita sudah membuat resolusi untuk Tahun Baru ini? Jika belum, tidak apa-apa. Tetap berdoa supaya tahun ini berlalu dengan baik.

Resolusi Tamlok Meto ini hanya satu. Saya berdoa supaya Tamolok Meto semakin maju dan mengena di hati semua penutur bahasa Dawan. πŸ™‚

Uab Meto Na’mas

Uab Meto es ia nam nes nok uab Indonesia ma nok uab-uab nbin pah-pah bian. Uab Meto ia molok asli atoin meto nbi pah Timor. In mui in nesan ma in human. Uab Meto nmui le nak nbi uab Indonesia nak ‘Falsafah nok Pandangan Hidup’.

Neno un E, fe kan mui uab Indonesia, hit tua sin nbin Timor namolok nek le Uab Meto ia. Au sepakat ok atuis mese noko pah bian, nak uab Indonesia ia teb-tebes nak uab nua E (tbaca : bahasa kedua – second language). In nak atoin Indonesia nmui in uab pertama – nbin uab Indonesia nak Bahasa Ibu. Bahasa Ibu nbin Indonesia es le uab lokal nbin bale-bale nbin Indonesia noko Sabang talan tia Merauke. Daerah esat nmui in Bahasa Ibu kun.

Atone nbi Jawa in sinmak ma namlile nok he namolok nek in Bahasa Ibu – Bahasa Jawa. Atone Dawan nan sa es fe esat in namaebon he namolok Uab Meto? Malahan in nbin in kuan Timor in sinmak he namolok neke ha Jawa? Neu le nak ‘kampungan’, me es sebetulnya kampungan? Tamoneb Uab Meto es kampungan? πŸ™‚ Β Β  Uab Meto Na’mas!

–> Terjemahan Bahasa Indonesia!

Bahasa Dawan sama dengan bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa lain di dunia. Bahasa Dawan adalah bahasa asli orang Dawan di Timor. Bahasa Dawan memiliki makna dan arti. Bahasa Dawan sama seperti apa yang dikatakan dalam bahasa Indonesia sebagai ‘Falsafah dan Pandangan Hidup’.

Dahulu kala, sebelum adanya bahasa Indonesia, nenek moyang orang Timor tentu berbicara menggunakan bahasa Dawan.Saya sepakat dengan seorang penulis dari negara lain, mengatakan bahwa bahasa Indonesia sebenarnya adalah bahasa kedua – second language. Dia mengatakan bahwa orang Indonesia punya bahasa Ibu tersendiri yaitu bahasa-bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Setiap daerah memiliki bahasa Ibu tersendiri.

Masyarakat di Jawa merasa bangga dan senang menggunakan bahasa Ibunya – bahasa Jawa. Orang Dawan, mengapa merasa malu berbicara menggunakan bahasa Dawan? Malahan di daerahnya sendiri dia lebih senang menggunakan bahasa Jawa? Jadi yang ‘kampungan’ sebetulnya yang mana? Menghidupkan bahasa Dawan yang disebut kampungan? πŸ™‚ Bahasa Dawan itu Indah!Β 

Fun Bo Esam Nua Nten – Ton Bo Esam Nim (Bulan Desember Lagi – Tahun 2015)

Kat sadar fa, funan ia hit tia ten fun bo esam nua ton bo esam nim men. Fun’E nao lab-lab, neno nao lab-lab, sa’an ten oras. Tup ma tfen, meup onan, taskek neuba fain fanim ma hit tupat ten.

Es onan, hit mansian ia mesti ta neup – hit mesti tmeup bukan ala ha neu hit mes, me nabe hit meup he tamlile (tbaca: fe manfaat) atone bian. Hit tamlile atone bian bukan het fen atone loit, me tamlile atoni bian on le ta noena atone hen meup naek. Meup he bukan naha ha, men meup msat he na be napen loita mes noko in haete. Tamlile atone bian msat on le ta noena atone hen sadar naskol. Ta noena atone he naskolab in anhin. Fun sa, fun skole na be mbantu kit ok-oke het poe toko hit ma muike ma mau finu huma-huma – hit masalah huma-huma.

* * *

Tidak sadar, bulan ini kita sudah berada pada bulan Desember tahun 2015. Bulan berganti, hari-hari berganti, apalagi jam. Tidur kemudian bangun, bekerja, tak sadar hari kembali malam dan kita kembali beristirahat.

Karena itu, kita sebagai manusia mesti berpikir – kita mesti bekerja bukan hanya untuk diri sendiri tetapi bekerja juga untuk menyenangkan (baca:memberi manfaat) orang lain. Kita menyenangkan orang lain bukan berarti harus memberinya uang, akan tetapi menyenangkan orang seperti mengajari orang untuk bekerja keras. Bekerja bukan hanya untuk makan saja, tetapi bekerja juga untuk mendapatkan uang sendiri dari keringatnya sendiri. Menyenangkan orang lain juga sepertiΒ  mengajarinya untuk sadar bersekolah. Mengajari orang untuk menyekolahkan anak-anaknya. Karena apa, karena sekolah bisa membantu kita semua keluar dari kemiskinan dan berbagai macam masalah.

Ka Mupenfa Hadiah Natal?

Uskup in Judul Kotbah Natal Mfai!
Uskup in Judul Kotbah Natal Mfai!

Fun Bo Esam Nua (fun Desember) hit atoin Serani bin me-me nak le ia fun Natal.
Ia lo tebes. Funan le ia hit Serani bin me-me namlile hen seun Uis Neno Yesus – nmoen ai nahoinse natuin Aiana Maria ma amaf Yosef bin Betlehem. Onan, funan ia hit khususkan het rayakan le in neno honis le ia.

Ton ia au rayakan Natal bin kuane, bin Noemuti. Ton ia Natal lon rame. Au umlile fun hal namfaun. Mes au umlile msat fun au fe Natal ok au tata au unu, ma au ole tataf sin okoke.

Natal ia au umlile msat (bukan ala au, me umat msat of namlile) fun bapa Uskup Emeritus Mrs. Anton Pain Ratu, SVD esan pimpin misa bin bale le au uta tuin misa – bin stati Nai’ola. In pimpin misa noko misa Malam Natal tia hari Natal, tanggal 24-25 Desember 2014.

Mes onan, bin misa ia, unik. Funan sa? fun bapa Uskup kotbah nek Uab Meto. Sepanjang kotbah, in neke ha Uab Meto. In bukan atoin meto, in atoin Flores ma namnaesen msat. Me in loim nok masan bangga hen namolok (kotbah) nek meto. In judul kotbah malam Natal “Ka Mupenfa Hadiah Natal?”

Atoin in, aim het tamolok meto piuta. Kais atoni noko bale bian namlile namolok meto, me hit kaha, ma tamaebok msat het tanaob hit Uab Meto. πŸ˜€

Tabe Natal neu kit ok-oke πŸ˜€

======================> translation to Indonesia

Bulan 12 (Desember) orang Kristiani di mana-mana menyebutnya sebagai bulan Natal.
Ini benar adanya. Dalam bulan ini, kita umat Kristiani di mana-mana bersukaria menyambut Tuhan Yesus – hidup atau dilahirkan oleh Bunda Maria dan Santo Yosef di Betlehem. Karena itu, bulan ini kita khususkan untuk merayakan hari kelahiranNya ini.

Tahun ini, saya merayakan Natal di kampung, Noemuti. Tahun ini, Natal lumayan rame. Sayapun bersukaria karena banyak hal. Tetepi terlebih bergembira karena masih bisa merayakan Natal bersama bapa-mama, adik-adik dan saudara-saudari semuanya.

Natal ini saya merasa gembira juga (bukan hanya saya, tetapi umat sekalian juga pasti bersukaria) karena bapa Uskup Emeritus Mgr. Antonius Pain Ratu, SVD yang memimpin misa di tempat di mana saya ikut misa – di stasi Nai’ola. Beliau memimpin misa dari misa Malam Natal sampai hari Natal, 24-25 Desember 2014.

Tetapi dalam misa ini, ada hal unik. Karena apa? karena bapa Uskup memimpin misa menggunakan bahasa Dawan. Sepanjang kotbah, beliau hanya menggunakan bahasa Dawan. Beliau bukan orang Dawan, beliau orang Flores dan beliau sudah sangat tua. Tetapi dia mau dan merasa bangga (kotbah) menggunakan bahasa Dawan. Judul kotbah malam Natal “Tidak Ada Hadiah Natal?”

Hai orang Dawan, mari berbicara bahasa Dawan! Jangan sampai orang dari daerah lain senang menggunakan bahasa Dawan, tetapi kita sendiri tidak dan merasa malu juga untuk menggunakan bahasa Dawan ini. πŸ™‚

Selamat Natal untuk kita semua!

Aim He Tamolok Meto!

Funan nimen au ka tui bin blog ia. Sibuk usa sek ok.
Au sibuk me neno ia au umnau an blog ia man moe kau he tui an tuises.
Neno ia au of tui an tuis pal-pal a ha.

Au tui le tuis le ia he fe hanaf neukit ok oke nes-nes neu amolok Uab Meto,.
Kais tap nikan hit Uab Meto. Aim atoin in he tamolok meto.
Molok meot e namin. Funatuin le molok le ia hit moin, es onan aim he tamolok meto.

Natuin le molok ia hit moin! Funan sa,.hit tua sin, hit abo sin, neno un e labinat fe ka na ha hin. Mes au u neop, nenu un e of sin namolok meot a ha. Sin moin noko ha le molok ia, tia neno ia. Neno un e sin kana ha hin tuis meto, me sin pi O ha nek meto, pio le sa-sa. Muni ia hit tahin sa-sa, hit tahin huma-huma en, mes onan hit mesti tafen hit Uab Meto, ka alaha molok me tek tuis Meto amsat. Hit kreatifitas tek Uab Meto natuin sa-sa, aim het tamnau be nok nikmati be.

Aim tobe Uab Meto,.aim he tamolok meto!

====================================== Translation to Indonesia

Sudah Lima bulan saya tidak menulis pada blog ini.Saya sangat sibuk.
Sangat sibuk akan tetapi hari ini saya menyayangi blog ini dan terdorong untuk menulis sesuatu.
Hari ini saya hanya akan menulis sepotong tulisan.

Saya menulis tulisan ini untuk mengirim pesan kepada kita semua terutama penutur Uab Meto.
Jangan melupakan Uab Meto (bahasa Dawan) kita. Mari saudara-saudari, kita berbicara bahasa Dawan.
Bahasa Dawan sangat nikmat. Karena melalui tutur Dawan ini kita bisa hidup, maka mari kita berbicara Bahasa Dawan.

Melalui bahasa Dawan ini kita hidup! Karena apa,..orangtua kita, nenek moyang kita, dahulu mereka belum mengenal Bahasa Indonesia. Tetapi saya bayangkan bahwa mereka hanya bisa berkomunikas dengan Bahasa Dawan. Mereka hidup dari tutur bahasa ini sampai saat ini. Dahulu kala mereka tidak mengenal bahasa tulisan dalam bahasa Dawan, mereka hanya bertutur lisan. Sekarang kita sudah mengenal banyak hal, mengenal macam-macam hal, karena itu kita mesti mengembangkan Bahasa Dawan, bukan hanya melalui tutur tetapi juga melalui tulisan dalam bahasa Dawan. Apa pun bentuk kreatifitas menggunakan bahasa Dawan, mari kita hargai dan nikmati.

Mari semua penutur Bahasa Dawan,..mari berbicara bahasa Dawan!